Menu

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kerugian Ekonomi Akibat Kerusakan Laut 2 T Dolar AS

Perubahan iklim akan berdampak luas pada kondisi bumi, salah satunya adalah peningkatan permukaan air laut. Dampak ekonomi dari persoalan kelautan itu sendiri diperkirakan sebesar  2 triliun dolar AS.

Laporan dari Stockholm Environment Istitute menyebutkan, angka tersebut berdasarkan skenario peningkatan temperatur bumi sebesar empat derajat celcius pada tahun 2100. Kondisi ini akan berpengaruh pada kemampuan laut menyerap karbon dari atmosfer. Akibatnya, hal tersebut akan berpengaruh kuat pada perekonomian, terutama di sektor perikanan, pariwisata, dan kelauatan.

"Jika peningkatan temperatur bisa ditahan pada dua derajat celcius, maka dampak ekonominya bisa ditahan pada 1,4 triliun dolar AS," kata peneliti dari Stockholm University, Kevin Noone, seperti dilansir Newscientist.

Noone menambahkan, angka USD 2 triliun bukanlah skenario kasus terburuk. Angka tersebut belum termasuk perhitungan beberapa faktor yang sulit dinominalkan, seperti nilai dari spesies-spesies yang akan punah karena habitatnya rusak.

"Pentingnya nilai laut tidak bisa dipandang remeh. Setiap nafas yang kita hela (oksigen) berasal dari organisme yang hidup di laut," tandasnya.

Sumber: http://www.republika.co.id/

Kapal 'Hantu' Korban Tsunami Jepang Muncul di Laut Kanada

Sebuah kapal laut berbendera Jepang yang diduga merupakan korban tsunami setahun yang lalu, secara mengejutkan mengapung di lepas pantai barat Kanada, Jumat (23/3/2012).
Kapal yang memiliki panjang 15 meter itu terpantau oleh sebuah pesawat yang tengah melintas di sekitar perairan Provinsi British Columbia di titik 275 km, dari Kepulauan Haida Gwaii. Seperti dikutip dari BBC, Minggu (25/3/2012).
Belum bisa dipastikan apakah ada manusia dalam keadaan hidup mengemudikan kapal itu atau tidak. Diperkirakan kapal berberat jutaan ton tersebut, terseret gelombang tsunami hingga menyeberangi lautan Pasifik. Kapal diketahui terdaftar sebagai alat angkut asal Hokkaido, Jepang.
Menurut Kementerian transportasi Kanada, pihaknya tengah mengawasi kapal itu, agar tak menganggu lalu lintas pelayaran setempat. Mereka menilai kapal itu kini sudah menjadi sampah laut semata.
Tsunami besar yang menerpa di bulan Maret tahun lalu itu, diperkirkan membuan delapan juta ton sampah dan puing, ke laut, menurut peneliti di Universitas Hawaii.  Satu hingga dua juta ton lainnya, diperkirakan hingga kini masih mengapung di permukaan laut.
Maria Cantwell, seorang senator AS dari negara bagian Washington, mengatakan kapal misterius ini diperkirakan akan terus mengapung lambat ke arah selatan.(25/03/12)

Sumber: http://www.tribunnews.com/